Telaga Sarangan

jadi pas nyampe rumah hari ahad kmrn, pengennya lgsg cerita perihal berkaitan sarangan, qodarullah ngantuk pol, jadi isinya tidur, krn brp hari kurang tidur 😅
 
bismillah abis ini insyaaAllah mo nulis ya. coz ternyata ga sedikit yg suka sama tulisan2 di statusku 😆 kayak kisah rumah eyang, sama apalagi yak lupa wkwk
 
katanya pada kebawa sama suasana yg kuceritakan, berasa ada di situ lgsg gitu, saya sbg penulisnya dan yg ngalamin kan jadi kegirangan krn tulisan saya ternyata dihargain bgt 😆 maasyaaAllah, sampe pake emoji girang mulu yak wkwk, kalo membosankan boleh langsung skip yak, ga ada paksaan maupun tuntutan buat baca kok 🥲
 
jadi, selama menunggangi kuda, aku dengerin cerita bapaknya, cerita awal ttg paguyuban kuda dsbnya (nanti kuceritakan ya), kemudian sekalian aku tanyain “yg di tengah seperti pulau itu apa pak?”, jadi buat kalian yg belum tau, di tengahnya telaga sarangan itu ada daratan, banyak pohon rimbun di situ, pas taun 2020 aku kesitu, kayaknya bapak speed boatnya agak deket ke pulau jadi aku bisa rekam video nampak jelas, “cem pulau tak berpenghuni gt yak, nampak horor euy, tulung 😂” asli loh nuansanya mirip bgt kek di pilem2 gt, yo iki nek kakean ndelok film barat petualangan sing tersesat nang hutan2 ta pulau tak berpenghuni, ojo ditiru woi 😂😆
 
 
bapaknya jawab “iya itu makam”
dlm hati “weleh, nyesel ga nih uda tanya, tapi drpd nyampe rumah makin penasaran kan, tanya lagi aja deh”
“makamnya siapa pak?”
“kyai”
“kyai?”
“iya kyai sama istrinya, yg kisahnya jadi legenda sarangan ini?”
“ooh suami istri, legendanya gimana pak, saya blm pernah dengar (apa gua aja yg blm nyari info 😂)?”
“iya jadi kyai itu nemu telur, trs naga itu, gitu legendanya”
 
mo lanjut nanya ttg legendanya, pikirku biar legendanya kucari di google aja deh, pas mo tanya gimana caranya nguburin kyai sama istrinya ke tengah sana pas jaman dulu, tapi bapaknya sibuk ngarahin kuda supaya baik jalannya, hei tuk tik tak tik tuk 🤭 tau2 uda nyampe pos turun, akhirnya ga jadi tanya 😂
 
sesuai rencana, nyampe rumah googling donk, ttg legenda sarangan, eh nemu di artikel kompas, buat yg belum tau, aku share ya hasil copasku di bawah ini, trs pas aku cari di google itu, juga muncul video youtubenya, jadi ternyata ada yg uda bikin animasi videonya loh, bagus sih nyeritainnya, ini link youtubenya https://youtu.be/MQ2ByRSEcH8
 
——————————————————————————————————————————————————
 
Sejarah Telaga Sarangan
 
Menurut legenda, sejarah Telaga Sarangan, berasal dari kisah sepasang suami istri bernama Kyai dan Nyai Pasir.
 
Itulah mengapa, Telaga Sarangan juga disebut sebagai Telaga Pasir.
 
Setelah bertahun-tahun hidup bersama, Kyai dan Nyai Pasir belum juga dikaruniai buah hati.
 
Suatu ketika, Kyai dan Nyai Pasir bersemedi untuk memohon kepada Sang Hyang Widhi agar segera diberikan anak.
 
Harapan pasangan ini pun terkabul, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Joko Lelung.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Kyai dan Nyai Pasir bekerja dengan bercocok tanam dan berburu.
 
Pekerjaan mereka bisa dibilang cukup berat, sehingga kesehatan fisik menjadi sangat penting.
 
Supaya kondisi fisik mereka selalu sehat, Kyai dan Nyai Pasir kembali bersemedi dan memohon kepada Sang Hyang Widhi.
 
Di tengah bersemedi, pasangan suami istri ini mendapat amanat bahwa keinginannya akan terkabul jika berhasil menemukan dan memakan telur yang ada di dekat ladangnya.
 
Tidak lama kemudian, Nyai Pasir menemukan telur dan membawanya pulang untuk dimasak. Telur itu kemudian dibagi dua untuk dimakan bersama Kyai Pasir.
 
Setelah memakan telur itu, Kyai Pasir kembali ke ladang. Anehnya, di tengah perjalanan, badannya terasa panas dan sangat gatal.
 
Karena tidak kuasa menahan gatal, Kyai Pasir terus menggaruknya hingga badannya dipenuhi luka.
 
Tiba-tiba, tubuh Kyai Pasir berubah menjadi ular naga yang sangat besar, begitu juga dengan Nyai Pasir.
 
Kyai dan Nyai Pasir, yang sudah berubah menjadi ular naga, terus berguling di atas pasir hingga membentuk cekungan yang dalam dan besar.
 
Dalam cekungan tersebut, kemudian keluar air yang sangat deras dan menggenanginya.
 
Menyadari kekuatan yang dimilikinya, Kyai dan Nyai Pasir berniat untuk membuat cekungan yang lebih besar guna menenggelamkan Gunung Lawu.
 
Joko Lelung, yang mengetahui niat jahat kedua orang tuanya, kemudian bersemedi dan memohon agar niat jahat itu tidak terjadi.
 
Permintaan Joko Lelung pun diterima oleh Sang Hyang Widhi dan kedua orang tuanya berhasil ditenangkan.
 
Akan tetapi, cerukan tanah yang dibuat oleh Kyai dan Nyai Pasir masih terus terisi air hingga membentuk sebuah telaga, yang kini dikenal sebagai Telaga Sarangan
 
Konon, Kyai dan Nyai Pasir yang masih berwujud naga perlahan-lahan berubah menjadi makhluk tidak kasat mata, yang diyakini masih menunggu di Telaga Sarangan.
 
Sampai sekarang, legenda Telaga Sarangan masih dipercaya oleh masyarakat setempat.
 
Bahkan, setiap menjelang bulan puasa, warga sekitar akan menggelar upacara bersih desa dan memberikan sesaji berupa hasil desa sebagai tolak bala.
 
Tujuan upacara ini adalah untuk menghormati roh leluhur yang konon merupakan cikal bakal Desa Sarangan, yaitu Kyai dan Nyai pasir.
 
——————————————————————————————————————————————————
 
tertarik sama legendanya, cuman pas baca bagian ini nih, langsung “hmmm” 😌 baeklah mari kita bahas satu persatu yak

lagi enak2 baca bagian legenda, trs ada bagian “memberikan sesaji berupa hasil desa sbg tolak bala”
 
ini nih, yg perlu digaris bawahi kita sbg umat muslim, kalo niat tolak bala, bisa sedekah ke sesama yg lebih membutuhkan ya gaes, ada tuh haditsnya kalo sedekah itu bisa sbg tolak bala, jadi sedekah aja ke orang2 yg kurang mampu, lebih membutuhkan
 
cuman, kalo memberikan sesaji apalagi ke roh leluhur, kita umat islam lebih baik ga melakukannya ya gaes, krn pertama, roh orang meninggal itu sudah digenggam sama Allah di alam kubur, jd di alam kubur tuh beliau2 yg sudah meninggal diperlihatkan neraka bila amalnya buruk, diperlihatkan surga bila amalnya baik, ada penjelasannya di bab kematian
 
——————————————————————————————————————————————————
 
Allah Ta’ala berfirman,
 
‎اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
 
“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya. Maka Dia menahan jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.” (QS. Az-Zumar [39]: 42)
 
Maka ruh yang telah Allah Ta’ala tetapkan kematiannya, akan Allah tahan di kehidupannya di alam kubur (alam barzakh) sampai datangnya hari kiamat.
 
——————————————————————————————————————————————————
 
itu ya gaes penjelasan dlm surat Al Qur’annya, jadi kalo ada yg ngaku liat orang uda meninggal gentayangan, ato ketemu langsung, itu jin qorin ya gaes, jin qorin itu yg mendampingi manusia dari lahir sampe meninggal, ya makanya ga heran kalo sampe sesifat-sifatnya orang yg uda meninggal bisa mirip coz dia aja dampingin mulai dari lahir, jadi kalo niru kan enak dia, tinggal capcus ga usah ngarang cerita yg ga mirip 😆
 
kayak cerita bokapku ketemu kakekku yg uda meninggal trs langsung diusir ma bapak, menghilang deh tuh jin wkwk “aku tau kamu bukan bapakku, krn bapakku uda beda alam, menghilang dari hadapanku” ya hilang, lah emang bukan bokapnya yg asli pan yak 🤣
 
——————————————————————————————————————————————————
 
Apakah qorin juga menyertai manusia setelah dia meninggal?
 
Syaikh Ibnu Utsaimin menjelaskan, “Apakah qorin ini akan terus menyertai manusia, sampai menemaninya di kuburan? jawabnya, Tidak. Zahir hadis –Allahu a’lam– menunjukkan bahwa dengan berakhirnya usia manusia, maka jin ini akan meninggalkannya. Karena tugas yang dia emban telah berakhir. Ketika manusia mati maka akan terputus semua amalnya, kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakannya. (HR. Muslim). (Majmu’ Fatawa, 17:427)
 
——————————————————————————————————————————————————
 
Adapun perbuatan dukun yang mengklaim mampu memanggil arwah orang yang sudah mati itu hanyalah trik untuk mengambil harta manusia secara batil dan merusak aqidah kaum muslimin. Adapun jika hal itu seolah-olah mereka mampu lakukan, hanyalah itu hasil kerjasama dengan jin qarin [1]. Karena jin qarin adalah jin yang senantiasa menyertai kehidupan seseorang ketika masih hidup di dunia, sehingga jin qarin tersebut mengetahui dengan detil kondisi orang yang sudah meninggal tersebut. Sehingga jin qarin itulah yang datang dan mengabarkan kondisi orang yang sudah meninggal tersebut. Orang-orang pun menyangka bahwa itu adalah arwah orang yang sudah meninggal dunia.
Semoga Allah Ta’ala memberikan kita hidayah dan taufik. [2]
 
——————————————————————————————————————————————————
 
itu penjelasan2nya ya gaes, jadi kalo ada perbedaan pendapat, saling menghargai mawon nggih 😁🙏🏻
 
krn bapak ngajarin aku gt sejak kecil, pas uda gedhe jg aku baca2 dari hadits beserta ayat Al Qur’an melalui para ustadz, jadi kalo ada yg berbeda, wes bhinneka tunggal ika wae ya, berbeda2 tetapi tetap satu jua, salam Indonesia 😆
 
mari kita lihat butir2 pancasila slide berikut ya gaes sblm melanjutkan kisah 😆
 
——————————————————————————————————————————————————
 
Butir-Butir Pengamalan Pancasila Sila ke-1
 
“Ketuhanan Yang Maha Esa”
 
1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
2. Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.
 
——————————————————————————————————————————————————
 
napa sampe segininya, iyooo timbangane aku engko diprotes, wes ngelu aku jaman semunu kakean diprotes, padahal aku ga tau protes nang mereka loh, bah ngunu bah ngene aku ora melu2 padahal 😂
 
mbasan pas aku share apa yg pengen kubaca dari penjelasan ustadz, di status fb, eh akeh sing protes, pdhl aku ga maksa mereka buat baca n ngikut aku loh, aku cuman share, ya Allah ya Robbi, ojo jahat2 mbek aku ta rek, aku nangisan loh 😂
 
btw emang aku dari dulu menghindari debat ya, wes ngelu aku jaman SMA moro dimelokno lomba debat bhs inggris, ngadepi wong semunu akehne terus2an, sakno mbek utekku rek 😂 wes prei debat saiki, oke lanjut ceritanya 
 
nah, itu tadi penjelasan tentang roh leluhur, roh orang meninggal
 
sekarang ttg larung sesaji, penjelasannya aku share yg lebih lengkap ya gaes, yuks cekidot
 
——————————————————————————————————————————————————
 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
 
‎ﺩَﺧَﻞَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﺭَﺟُﻞٌ ﻓِﻲْ ﺫُﺑَﺎﺏٍ , ﻭَﺩَﺧَﻞَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ ﺭَﺟُﻞٌ ﻓِﻲْ ﺫُﺑَﺎﺏٍ، ﻗَﺎﻟُﻮْﺍ : ﻭَﻛَﻴْﻒَ ﺫَﻟِﻚَ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ؟ ﻗَﺎﻝَ : ﻣَﺮَّ ﺭَﺟُﻼَﻥِ ﻋَﻠَﻰ ﻗَﻮْﻡٍ ﻟَﻬُﻢْ ﺻَﻨَﻢٌ ﻻَ ﻳَﺠُﻮْﺯُﻩُ ﺃَﺣَﺪٌ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﻘَﺮِّﺏَ ﻟَﻪُ ﺷَﻴْﺌًﺎ، ﻓَﻘَﺎﻟُﻮْﺍ ﻷَﺣَﺪِﻫِﻤَﺎ : ﻗَﺮِّﺏْ، ﻗَﺎﻝَ : ﻟَﻴْﺲَ ﻋِﻨْﺪِﻱْ ﺷَﻲْﺀٌ ﺃُﻗَﺮِّﺏُ، ﻗَﺎﻟُﻮْﺍ ﻟَﻪُ : ﻗَﺮِّﺏْ ﻭَﻟَﻮْ ﺫُﺑَﺎﺑًﺎ، ﻓَﻘَﺮَّﺏَ ﺫُﺑَﺎﺑًﺎ ﻓَﺨَﻠُّﻮْﺍ ﺳَﺒِﻴْﻠَﻪُ ﻓَﺪَﺧَﻞَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ، ﻭَﻗَﺎﻟُﻮْﺍ ﻟِﻶﺧَﺮِ : ﻗَﺮِّﺏْ، ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﻣَﺎ ﻛُﻨْﺖُ ﻷُﻗَﺮِّﺏَ ﻷﺣَﺪٍ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺩُﻭْﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻓَﻀَﺮَﺑُﻮْﺍ ﻋُﻨُﻘَﻪُ ﻓَﺪَﺧَﻞَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ
 
“Ada seseorang yang masuk surga karena seekor lalat dan ada yang masuk neraka karena seekor lalat pula.”
�Para sahabat bertanya: “Bagaimana itu bisa terjadi ya Rasulullah?
�Rasul menjawab: “Ada dua orang berjalan melewati sebuah kaum yang memiliki berhala, yang mana tidak boleh seorangpun melewatinya kecuali dengan mempersembahkan sesuatu untuknya terlebih dahulu, maka mereka berkata kepada salah satu di antara kedua orang tadi: “Persembahkanlah sesuatu untuknya!” Ia menjawab: “Saya tidak mempunyai apapun yang akan saya persembahkan”, mereka berkata lagi: “Persembahkan untuknya walaupun seekor lalat!” Maka iapun mempersembahkan untuknya seekor lalat, maka mereka membiarkan ia untuk meneruskan perjalanannya, dan iapun masuk ke dalam neraka. Kemudian mereka berkata lagi kepada seseorang yang lain: “Persembahkalah untuknya sesuatu!” Ia menjawab: “Aku tidak akan mempersembahkan sesuatu apapun untuk selain Allah, maka merekapun memenggal lehernya, dan iapun masuk ke dalam surga” (HR. Ahmad).
 
Yang namanya kesyirikan berupa sesajen itu tidak boleh, meskipun dianggap remeh dengan hanya sesekor lalat. Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid menjelaskan,
 
‎تدل ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻪ ﻟﻢ ﻳﺴﺘﻌﻈﻢ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺸﺮﻙ، ﻭﻟﻢ ﻳﻨﻜﺮﻩ ﺑﻘﻠﺒﻪ، ﺑﻞ ﻓﻌﻠﻪ ﻭﻫﻮ ﺭﺍﺽ ﺑﻪ، ﻭﻣﺜﻞ ﻫﺬﺍ ﻻ ﺷﻚ ﺃﻧﻪ ﻳﻜﻔﺮ
 
“Hal ini menunjukkan bahwa ia tidak menganggap besar perkara kesyirikan dan tidak mengingkari dalam hatinya, bahkan ia lakukan dengan ridha. Semisal ini tidak diragukan lagi telah kafir” (Fatwa Sual Wal Jawab no. 280192).
 
Cara beribadah sudah diatur oleh Allah dan disampaikan kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak ada cara ibadah dengan memberikan makanan atau sesaji untuk Allah. Allah tidak butuh diberi makan, tetapi Allah lah yang memberi makan dan rezeki seluruh makhluk.
 
Perhatikan ayat berikut.
 
‎وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُون
 
“Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku. Tidaklah Aku menginginkan rezeki dari mereka dan Aku tidak mengharapkan mereka memberi makan kepada-Ku” (Adz-Dzaariyaat 56-57)
 
Memberikan sesajen berupa makanan atau kepala kerbau bertentangan juga dengan akal sehat manusia. Lebih baik makanan tersebut dimakan oleh manusia atau disedekahkan kepada manusia yang lebih membutuhkan, sedangkan di gunung, tanah atau laut, makanan tersebut akan sia-sia dan membusuk.
 
Yang lebih menjadi perhatian kita bahwa ritual sesajen ini merupakan syirik akbar yang ancamannya sangat besar yaitu diharamkan surga dan tempat kembalinya adalah neraka.
 
Allah Ta’ala berfirman,
 
‎إِنَّهُ ُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ
 
“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” (QS. Al Maidah: 72).
 
Dan dosa kesyirikan itu tidak akan Allah ampuni apabila pelakunya meninggal dan belum bertaubat.
 
Allah Ta’ala berfirman,
 
‎إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا
 
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisa’: 48).
 
——————————————————————————————————————————————————
 
enggak main2 dosa syirik itu ya gaes, makanya sebisa mgk aku jelasin, mgk ada yg belum tau
 
tapi kalo pemahaman kita beda, balik lagi ke butir2 pancasila sila pertama ya gaes 😁 sing penting ojo jotos2an yo gaes yooo 😂 temanggung udane deres 🤣
 
oke itu tadi bahas ttg roh leluhur leluhur dan larung sesaji yg di sana ya gaes, kalo kita uda tau hukumnya, ga usah ikutan itu lebih baik, kalo kalian uda ga mau kok sek dipekso, mlayuo 🤣 run dude, run!! 🤣
 
oke selanjutnya bab naga, aku tergelitik buat bahas krn di setiap legenda di Indonesia ada perlambangan binatang ya gaes, dan menariknya, ada bbrp orang yg “diketok’i” alias “diperlihatkan” sama sosok yg dianggap legenda itu

bahkan ada yg cerita ke aku kalo ada orang yg diliatin sosok naga itu
 
gini gaes
ga salah naganya kok
 
krn naga itu jelas perwujudan jin
 
pikire jin “yah, gua lagi gua lagi yg dibahas” ya iyalah, lah kalian dimana2 😂
 
nah krn tempat kosong emang bisa aja dijadikan tempat tinggal jin kan, dan jin itu bisa berubah wujud jadi manusia dan hewan, bisa memperbesar ukuran tubuhnya juga, makanya ada hadist berbunyi, kalo kalian terpeleset, ucapkan bismillah (seperti gambar di bawah ini)
 
 
aku trs penasaran kan, napa sih perwujudan jin yg tinggal di tempat berair mesti kalo ga naga ya ular, eh dijawab donk sama temenku, jawabannya asyem banget tapi bener loh 🤣
kalian ikutan baca aja deh chat kita haha




 
jadi intinya apa, pergi kemanapun, ga usah takut sama penunggunya ya, krn penunggunya kan jin, ya biarinlah dia hidup di situ lah wong emang tempat tinggalnya, kalo diusir ntar pindah kemana? ke rumahmu? iso jerit2 kowe engko 🤭
 
ya cukup bentengi diri aja dg bacaan yg dulu pernah kushare (ini kushare lagi ya) biar ga diganggu, selama kita ga ganggu ya ga bakalan diganggu, kecuali jin resek, caranya hindari keresekan jin? ya baca doa ini ya gaes, uda kubuktikan kok, terbukti ampuh ga diganggu (cem obat aja wkwk) krn emang Rasulullah yg kasih buat kita, aku sering bgt ditinggal suami keluar kota dulu tuh (skrg iya cuman ga sering), pernah ditinggal di hotel sendirian ma anak2
 
anak2 uda tidur, aku masih melek sendirian, makin overthinking krn inget cerita temennya suami yg pernah kerja di hotel ada tangan mendadak muncul, hasyem bgt kan 😂
 
jadi aku baca doa ini, alhamdulillah Allah lindungi, ga ada apapun, seoverthinking apapun, ga ada hal aneh2 terjadi, jadi ga usah khawatir
 
btw kalo kalian percaya kekuatan hanya Allah yg punya, ga ada yg berani gangguin loh, menarik untuk disimak dan semoga bisa buat penyemangat ya
 
——————————————————————————————————————————————————
 
Seseorang yang imannya kuat, kokoh dan terus teguh dalam Islam, maka akan sukar diganggu setan.
 
Sebagaimana yang terjadi pada ‘Umar bin Khottob. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata pada ‘Umar bin Khottob,
 
‎إِنَّ الشَّيْطَانَ لَيَخَافُ مِنْكَ يَا عُمَرُ إِنِّى كُنْتُ جَالِسًا وَهِىَ تَضْرِبُ فَدَخَلَ أَبُو بَكْرٍ وَهِىَ تَضْرِبُ ثُمَّ دَخَلَ عَلِىٌّ وَهِىَ تَضْرِبُ ثُمَّ دَخَلَ عُثْمَانُ وَهِىَ تَضْرِبُ فَلَمَّا دَخَلْتَ أَنْتَ يَا عُمَرُ أَلْقَتِ الدُّفَّ
 
“Sesungguhnya setan benar-benar takut padamu wahai Umar. Tatkala aku duduk budak wanita itu memukul rebana, lalu masuk Abu Bakar, ‘Ali dan Utsman, dia masih memukul rebana, tatkala dirimu yang datang budak wanita itu melemparkan rebananya.” (HR. Tirmidzi no. 3690. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).
 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
 
‎إِنِّى لأَنْظُرُ إِلَى شَيَاطِينِ الإِنْسِ وَالْجِنِّ قَدْ فَرُّوا مِنْ عُمَرَ
 
“Sungguh aku melihat setan dari kalangan manusia dan jin lari dari ‘Umar.” (HR. Tirmidzi no. 3691. Al Hafizh Abu 
Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).
 
Juga beliau berkata pada ‘Umar,
 
‎وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ مَا لَقِيَكَ الشَّيْطَانُ قَطُّ سَالِكًا فَجًّا إِلاَّ سَلَكَ فَجًّا غَيْرَ فَجِّكَ
 
“Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, setan tidaklah menemuimu sama sekali ketika engkau melewati suatu jalan melainkan setan kala itu mencari jalan lain selain jalanmu.” (HR. Bukhari no. 3294).
 
Namun hal seperti di atas bukan hanya berlaku pada ‘Umar bin Khottob. Setiap orang yang kuat imannya, maka setan akan kerdil di hadapannya. Sebagaimana disebutkan dalam hadits,
 
‎إن المؤمن ينضي شيطانه كما ينضي أحدكم بعيره في السفر
 
“Sesungguhnya orang mukmin akan menundukkan setannya sebagaimana salah satu dari kalian menundukkan untanya ketika safar” (HR. Ahmad, Al Hakim, Ibnu Abid Dunya dalam Makayidisy Syaithon, dari Abu Hurairah. Syaikh Al Albani mendhoifkan hadits ini).
 
Jin qorin yang biasa menyertai manusia pun bisa tunduk, bahkan masuk Islam. Lihat hadits berikut.
 
Dari ‘Abdullah bin Mas’ud ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 
‎« مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ وَقَدْ وُكِّلَ بِهِ قَرِينُهُ مِنَ الْجِنِّ ». قَالُوا وَإِيَّاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « وَإِيَّاىَ إِلاَّ أَنَّ اللَّهَ أَعَانَنِى عَلَيْهِ فَأَسْلَمَ فَلاَ يَأْمُرُنِى إِلاَّ بِخَيْرٍ »
 
“Setiap orang akan ditemani oleh qorinnya dari jin.” Para sahabat bertanya, “Termasuk engkau juga, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Iya termasuk aku. Namun Allah telah membuat qorin tersebut untuk tunduk padakku, ia masuk Islam dan hanya memerintahkanku pada kebaikan.” (HR. Muslim no. 2814).
 
Hanya Allah yang memberi taufik.
 
——————————————————————————————————————————————————
 
nah, jadi pergi kemanapun, tetep bekali diri dan bentengi diri dan keluarga dg doa pada Allah, kemudian nikmatilah alam ciptaan Allah, syukuri bahwa kita bisa melihat betapa elok dan luasnya ciptaan Allah
 
saya tuh kalo cerita ke anak2, jelasin ke mereka, dalam negeri aja, kita menjelajah Indonesia aja luasnya segini dg berbagai suku dan bahasa, bermacam topografi, amat menarik sekali, maasyaaAllah
 
so, enjoy kekayaan alam Indonesia dg banyak bersyukur kpd Allah ya gaes ❣️
 
jangan lupa untuk buang sampah pada tempatnya ya baik di tempat wisata maupun dimanapun kalian berada 👍🏻 insyaaAllah makin cantik tempat itu
 
  
doa perlindungan dari gangguan jin 

 
doa pas masuk rumah (buka kunci pintu) pas pulang dari suatu tempat atau pas buka pintu kamar hotel

 
This entry was posted in

0 comments: